10 Januari 2017 - 06:48
Dokumentasi Kenangan Ayatullah Khamanei dengan Ayatullah Rafsanjani

Ayatullah Ali Khamenei pernah berkata kepada Amerika Serikat, ketika ia dan Ayatullah Rafsanjani berselisih keras, "Jangan kalian kira, karena kami berbeda pendapat, bahwa salah satunya akan menyerahkan diri kepada kepentingan kalian!."


Menurut Kantor Berita ABNA, antara Ayatullah Sayid Ali Khamenei dan Ayatullah Hashemi Rafsanjani ibarat dua pribadi yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya adalah tokoh politik yang paling disegani Barat. Meski terkadang terjadi pertentangan pendapat yang keras antar keduanya, tapi keduanya tetap saling melengkapi satu sama lain. Keduanya nyaris memiliki pengalaman yang sama dalam mematangkan proses berpolitik di Iran.

Keduanya sama-sama berjuang untuk merintis berdirinya Republik Islam Iran dibawah bimbingan guru keduanya, Ayatullah Sayid Ruhullah Khomaini. Keduanya juga pernah menjabat sebagai presiden Iran. Dan dimasa-masa genting ketika arah revolusi hendak dialihkan dengan sejumlah aksi demontrasi dan protes yang didukung kekuatan asing, keduanya menjaga arah revolusi untuk tetap pada jalurnya.

Ayatullah Sayid Ali Khamanei di surat ucapan belasungkawanya menyebutkan, telah sangat kehilangan atas kepergian sahabatnya tersebut. Ia menyebut Rafsanjani sebagai tempat bersandar yang dapat dipercaya. Menurut Rahbar, sekeras apapun Rafsanjani menentang pendapatnya, ia tetap menjalin keakraban dan menjadi teman yang baik.

Ayatullah Ali Khamenei pernah berkata kepada Amerika Serikat, ketika ia dan Ayatullah Rafsanjani berselisih keras, "Jangan kalian kira, karena kami berbeda pendapat, bahwa salah satunya akan menyerahkan diri kepada kepentingan kalian!."

Ahad sore (8/1) bertepatan dengan peringatan hari kebangkitan warga Qom menghadapi rezim repressif Shah Pahlevi dan juga peringatan malam kesyahidan Sayidah Maksumah, Ayatullah Rafsanjani menutup usia diusia 82 tahun. Ia meninggalkan sejuta kenangan untuk Rahbar dan seluruh rakyat Iran. Sayid Hasan Khomeini, cucu Imam Khomeini menyatakan, "Beliau (Ayatullah Rafsanjani) akan terus hidup di hati kami."